Apa itu FaceApp? Bagaimana Cara Kerjanya? Simak Baik-Baik!

TeknoAA.com - Pesatnya perkembangan teknologi menjadikan masyarakat mempunyai kebutuhan yang beragam. Seperti halnya hiburan, masyarakat sekarang lebih suka mencari hiburan didalam dunia maya. Misalnya saja media sosial, kini telah menjadi salah satu hal paling digemari masyarakat sekarang.

Jika kalian seorang Netizen/WargaNet (dalam hal ini pengguna media sosial) yang sering mengunjungi Instagram dan Twitter akhir-akhir ini, pasti kalian akan menemukan banyak postingan sebuah foto wajah teman atau artis favorit kalian yang terlihat sangat lebih tua.

Ternyata, foto-foto itu dihasilkan dengan menggunakan aplikasi FaceApp atau sebuah aplikasi editor foto. Aplikasi ini sebenarnya juga pernah viral sekitar dua tahun lalu, namun pada versi terbaru ini mempunyai algoritma yang menghasilkan efek wajah tua atau muda yang jauh lebih canggih daripada saat viral sebelumnya.

Apa itu FaceApp? bagaimana cara kerja aplikasi ini?

FaceApp adalah sebuah aplikasi perangkat mobile yang diciptakan untuk iOS dan Android yang dikembangkan oleh perusahaan Rusia, yaitu Wireless Lab yang dimana mereka menggunakan teknologi jaringan neural untuk secara otomatis melakukan perubahan yang sangat nyata/real terhadap wajah seseorang dalam foto. Aplikasi ini juga bisa mengubah wajah menjadi seperti sedang tersenyum, tampak muda, tampak tua atau mengubah gender.


FaceApp pertama kali dirilis untuk iOS pada bulan Januari 2017, dan untuk Android pada bulan Februari 2017. Pengguna dapat menginstal aplikasi ini dengan semua fitur yang ada secara  gratis pada 3 hari pertama, dan setelah 3 hari terlewat, aplikasi akan menutup beberapa fitur, jika Anda ingin semua fitur terbuka, harus membayar sejumlah biaya untuk berlangganan.

Untuk aplikasi lawas yang tiba-tiba viral, tentu saja mengagumkan melihat perkembangan aplikasi ini sekarang. Dalam aplikasi Google Play Store, aplikasi FaceApp tercatat telah memperoleh lebih dari 100 juta kali unduhan, bahkan telah masuk dalam daftar aplikasi terbaik di Play Store serta App Store pada tahun 2017 lalu dan memperoleh lencana Editor's Choice dari Google.


Penyebab utama viralnya aplikasi FaceApp ini juga karena tagar #FaceAppChallenge dan #AgeChallenge. Tagar ini diduga ramai di Twitter dan Instagram yang berisikan pengguna yang berlomba-lomba mengirimkan foto dengan kondisi tua atau muda dirinya atau sosok-sosok artis terkenal lain. Dibeberapa kalangan selebriti terkenal juga mengikuti tantangan ini, sebut saja penyanyi Agnes Monica, Afgan,  dan Bunga Citra Lestari.

Namun, beberapa waktu lalu aplikasi ini menuai beberapa kritik seperti beberapa fitur lama FaceApp yaitu fitur transformasi menjadi "hot" dikarenakan membuat warna kulit orang yang hitam menjadi terlalu putih, misalnya kalangan orang Kaukasia yang sempat menyebabkan kontroversi. Selain itu, pihak FaceApp kembali dikritik karena mempunyai fitur "filter etnis" yang dapat membuat kulit terlihat seperti orang kulit hitam, orang kulit putih, orang India dan orang Asia.

Dalam hal privasi, berbagai pihak masih mempertanyakan kebijakan yang diterapkan aplikasi ini. Ini disebabkan karena FaceApp sendiri dapat mengakses foto, data lokasi, penggunaan informasi serta history browsing. Terlebih lagi foto yang akan diedit harus di-upload terlebih dahulu ke server FaceApp supaya bisa memberikan filter. Bisa diperkirakan berapa banyak foto pengguna yang telah disimpan di server FaceApp mengacu jumlah unduhannya yang mencapai ratusan juta kali, .

Dilain sisi, viralnya aplikasi FaceApp juga menarik perhatian politisi Amerika Serikat. Seorang senator dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, meminta FBI untuk menyelidiki mekanisme penyusunan data yang dijalankan aplikasi ini dikarenakan khawatir akan data milik warga negara AS yang bisa saja jatuh ke tangan pemerintah Rusia.

Tetapi, kekhawatiran itu ternyata sampai ke telinga CEO FaceApp, Yaroslav Goncharov. Ia menjelaskan secara tegas bahwa aplikasi FaceApp melakukan mekanisme yang sebagian besar diproses di sebuah cloud (penyimpanan awan), terutama di Google Cloud dan Amazon Web Services. 

"Sebagian besar foto akan dihapus dari server kami dalam kurun waktu 48 jam sejak ter-upload," jelasnya, sambil menambahkan tidak akan ada data atau informasi pengguna yang dikirim ke Rusia. "Kami juga tidak menjajakan atau memberikan data itu dengan pihak ketiga manapun," sanggah Yaroslav.

Demikian penjelasan tentang apa sebenarnya aplikasi FaceApp dan bagaimana tentang mekanisme kerja aplikasinya. Untuk menhindari hal-hal yang tidak dikehendaki, ada baiknya kita selalu memperhatikan kebijakan yang berlaku. Jangan seenaknya menggunakan aplikasi ini, tetap hargai sesama pengguna.

0 Response to "Apa itu FaceApp? Bagaimana Cara Kerjanya? Simak Baik-Baik!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel